Selasa, 19 Desember 2017

Fire Alarm System

SISTEM TANDA BAHAYA KEBAKARAN
( FIRE ALAM SYSTEM)

Setiap Kejadian kebakaran harus ditanggulangi secepat dan setepat mungkin baik oleh penghuni bangunan maupun oleh petugas yang di tunjuk untuk itu. Didalam suatu area yang luas
penghuni atau petugas tidak mungkin mengetahui situasi seluruh bagian araea tersebut dalam satu waktu tertentu tanpa adanya bantuan peralatan khusus. Kebakaran dapat diatasi
secepatnya apabila dapat di ketahui sedini mungkin. Untuk mengetahui kejadian kebakaran di suatu tempat pada area yang luas yang tidak terjangkau oleh indra petugas atau keterbatasan
personil, maka diperlukan adanya Sistem Tanda Bahaya Kebakaran atau ada yang memberi istilah Sistem Alarm Kebakaran.

1.       Pengertian

Sistem Tanda Bahaya Kebakaran adalah Komponen dan sub –sub komponen yang dirangkai untuk suatu tujuan memberi peringatan secara dini baik kepada penghuni maupun kepada petugas, bila di
suatu bagian tertentu terjadi kebakaran atau setidaknya-tidaknya adanya indikasi kebakaran.

2.       Pengolongan Sistem Alarm kebakaran

Sistem Alarm kebakaran dapat digolongkan menjadi beberapa
golongan seperti yang akan dibahas di bawah ini.

a.      Sistem Alarm Kebakaran Kota

Sistem Alarm Kebakaran Kota adalah suatu cara atau alat komunikasi dari penduduk/ warga masyarakat Kepada Dinas Kebakaran Kota untuk menginformasikan tentang adanya bahaya
kebakaran guna mendapatkan pertolongan pemadaman. Sistem Tanda Bahaya Kebakaran seperti ini pada kebanyakan kota diIndonesia mengunakan peasawat telepon dgn nomor panggail 113.

Terdapat 2 sistem alarm kebakaran Kota sbb :

1.       Sistem Lokal

Alarm kebakaran sistem lokal mengunakan titik panggil (Boxcircuits) yang di pasang di beberapa tempat tertentu di dalam wilayah kota. Box tersebut dilengkapi dengan saklar berupa tombol
tekan, tombol tarik atau handle tarik.

Prinsip kerja alarm sistem lokal :
Apabila di suatu tempat di wilayah kota terjadi kebakaran, maka penduduk/warga kota yang ingin mendapatkan bantuan pertolongan pemadaman kebakaran dapat segera mencari Box Circuits terdekat
dan mengaktifkan saklar yang ada sesuai dengan petujuk yang ada. Dengan demikian panel kontrol yang ada pada Pos Dinas Kebakaran terdekat berbunyi alarm dan papan petunjuk menyala menunjukkan lokasi dimana saklar box circuits diaktifkan.
Hal demikian juga dapat di realy pada panel kontrol ke Pusat tetapi pos-pos Dinas Kebakaran yang lain tidak monitor,hanya apabila diperlukan bantuan yang karena kebakaran besar
dapat dihubungi dengan pesawat komunikasi lain melalui Pusat.

2.       Sistem Central, (Pusat )

Alarm kebakaran kota sistem central pada hakekatnya memiliki komponen yang sama dengan sistem lokal hanya perbedaannya terletak pada prinsip kerjanya saja.

Prinsip kerja alarm kota sistem Central :
Apabila terjadi kebakaran penduduk yang ingin mendapatkan pertolongan pemadam kebakaran, setelah mengaktifkan box circuits maka panel kontrol yang ada di markas Dinas kebakaran
Pusat menunjukkan lokasi dimana terjadi kebakaran. Dengan demikian Pos pemadam Kebakaran yang terdekat dengan kejadian kebakaran dapat di hubungi melalui pesawat komunikasi lain.

b. Sistem Alarm Kebakaran Gedung :
Jika sistem alarm kebakaran kota daya jangkauan meliputi lingkup kota, maka sistem alarm kebakaran gedung, sesuai dengan namanya, jangkauan kerjanya hanya terbatas dibuat untuk melindungi suatu
bangunan gedung.

3.       Sistem Alarn Kabakaran Gedung.

Sistem alarm kebakaran gedung adalah suatu alat untuk memberikan peringatan dini kepada penghuni gedung atau petugas yang di tunjuk, tentang adanya kejadian atau indikasi kebakaran di
suatu bagian gedung. Dengan adanya peringatan secara dini tersebut akan memungkinkan penghuni/petugas dapat mengambil langkah/tindakan berikut pemadaman atau bila mungkin melaksankan evakuasi jiwa maupun harta benda.

a.      Komponen pokok Alarm Kebakaran Gedung.

Suatu sistem alarm kebakaran gedung merupakan rangkaian
dari komponen-komponen sistem yang masing-masing dihubungkan
dengan suatu instalasi kabel, sedangkan komponen-komponen tersebut
antara lain :

􀂃 Panel Kontrol ( Main Control Panel )
􀂃 Manual Call box ( titik panggil manual)
􀂃 Alat pengindera kebakaran ( fire detector )
􀂃 Alarm bel atau Horn

b.      Cara Kerja Alarm Kebakaran gedung :

1) Manual, dengan menggunakan titik panggil manual ( Manual call
box )
􀂃 Tombol tekan
􀂃 Tombol tarik
􀂃 Handle tarik
Atau sesuai dengan petunjuk pemakaian pada titik panggil tersebut.
2) Otomatis, melalui alat pendeteksi kebakaran (fire detector)
Alat pendeteksi kebakaran ( fire detector) tersedia dalam beberapa
jenis /macam berdasarkan prinsip kerjanya/indikasi yang

dideteksinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar